Kalau kamu sedang menyiapkan printer untuk usaha print rumahan, kantor kecil, atau pemakaian keluarga yang cukup ramai, pertanyaan yang paling menentukan biasanya bukan “mana yang paling bagus”, melainkan “mana yang paling murah dipakai setiap hari”. Di kelas tangki tinta (ink tank), tiga nama yang paling sering diadu adalah Epson EcoTank L6370, Canon PIXMA G4770, dan HP Smart Tank 750.
Masalahnya, hampir semua artikel perbandingan berhenti di tabel spesifikasi dan klaim pabrikan. Jarang ada yang benar-benar menghitung: berapa rupiah tinta yang keluar untuk satu lembar hitam putih, berapa untuk satu lembar warna, dan berapa total uang yang kamu habiskan setelah dipakai tiga tahun.
Di artikel ini kita hitung bersama. Semua angka tinta diambil dari harga resmi dan harga pasar di Indonesia per Oktober 2026, dan klaim jumlah halaman memakai angka resmi pabrikan — termasuk catatan mode cetak yang mereka pakai, karena di situlah sering muncul perbedaan jauh antara klaim dan kenyataan.
Catatan transparan di awal: ini penilaian redaksi berdasarkan spesifikasi resmi dan hitungan biaya, bukan hasil pengujian laboratorium tiga unit printer. Kami tidak mengklaim sudah mengetes ketiganya.
Ringkasan cepat: siapa unggul di apa

Kalau kamu tidak punya waktu membaca sampai habis, ini kesimpulan singkatnya:
- Biaya tinta hitam putih paling murah: Epson L6370 (sekitar Rp15–22 per lembar), karena botol 001 hitam diklaim mencapai 8.500 halaman.
- Biaya tinta warna paling murah: HP Smart Tank 750 (sekitar Rp42 per lembar warna), sedikit di atasnya Canon G4770 (Rp42–58) dan Epson L6370 (Rp44–67).
- Total biaya kepemilikan tiga tahun paling ringan: Canon PIXMA G4770, bukan karena tintanya paling murah, tapi karena harga belinya paling rendah di antara ketiganya.
- Paling cepat dan paling lengkap untuk kerja kantor: Epson L6370 — 18 ipm hitam, dupleks otomatis untuk cetak-scan-copy, plus Ethernet.
Artinya: kalau yang kamu kejar murni angka terendah per lembar, jawabannya berbeda dari kalau yang kamu kejar total pengeluaran termurah. Selisih biaya tintanya hanya puluhan rupiah per lembar, sedangkan selisih harga belinya bisa lebih dari Rp2 juta.
Perbandingan spesifikasi Epson L6370 vs Canon G4770 vs HP Smart Tank 750
| Aspek | Epson EcoTank L6370 | Canon PIXMA G4770 | HP Smart Tank 750 |
|---|---|---|---|
| Fungsi | Print, Scan, Copy + ADF | Print, Scan, Copy, Fax + ADF | Print, Scan, Copy + ADF |
| Kecepatan cetak (ISO) | 18 ipm hitam / 9 ipm warna | 11 ipm hitam / 6 ipm warna | 15 ppm hitam / 9 ppm warna |
| ADF | 30 lembar (A4) | 35 lembar | 35 lembar |
| Cetak dua sisi | Otomatis (cetak, scan, copy) | Tidak ada dupleks otomatis | Otomatis (cetak) |
| Tipe tinta | Botol 001: hitam 127 ml, warna 70 ml | GI-71: hitam pigmen 135 ml, warna dye 70 ml | GT53XL hitam 135 ml, GT52 warna 70 ml |
| Klaim hasil halaman | 8.500 halaman hitam, 6.500 warna komposit | 6.000 halaman hitam, 7.700 warna komposit | 6.000 halaman hitam, 8.000 warna komposit |
| Panel | LCD warna 2,4 inci | LCD monokrom 1,3 inci | LCD 70 x 12 mm |
| Konektivitas | USB, Wi-Fi, Wi-Fi Direct, Ethernet | USB, Wi-Fi, AirPrint, Mopria | USB, Wi-Fi, Wi-Fi Direct, Ethernet |
| Kapasitas kertas | 250 lembar (tray utama) | 100 lembar (tray belakang) | 250 lembar masuk / 100 lembar keluar |
| Beban cetak bulanan | Desain hingga 100.000 halaman | Rekomendasi 150–1.500 halaman | Hingga 5.000 halaman (disarankan 400–800) |
| Perawatan | Maintenance box bisa diganti pengguna | Maintenance cartridge MC-G04, bisa diganti; printhead BH-70/CH-70 tersedia terpisah | Printhead hitam dan tri-color bisa diganti pengguna |
| Harga pasar (Okt 2026) | Rp5,6–7,3 juta | Rp3,5–4,2 juta | Rp3,7–5,9 juta (list resmi Rp5.900.000) |
Perhatikan baris cetak dua sisi. Ini pembeda yang paling sering luput dibahas. L6370 dan Smart Tank 750 bisa membalik kertas sendiri, sedangkan G4770 tidak punya dupleks otomatis — untuk dokumen dua sisi kamu harus membalik kertasnya manual. Untuk pemakaian rumahan ini bukan masalah besar, tapi untuk kantor yang setiap hari mencetak ratusan lembar dua sisi, bedanya terasa setiap hari.
Kalau kamu ingin gambaran lebih detail soal dua printer tangki tinta pertama, ulasan panjangnya ada di review Epson EcoTank L6370 dan review Canon PIXMA G2770 — G2770 adalah adik dari G4770 yang memakai botol tinta GI-71 sama, jadi hitungan tintanya di ulasan itu bisa jadi pembanding tambahan.
Dasar hitungan: harga tinta resmi Indonesia
Semua hitungan di artikel ini memakai harga per Oktober 2026 yang bisa kamu temukan sendiri di toko resmi maupun marketplace:
- Epson 001 hitam 127 ml: kisaran Rp125.000–185.000 (banyak penjual di Rp135.000–160.000). Botol warna 70 ml di kisaran Rp95.000–145.000.
- Canon GI-71 PGBK 135 ml: kisaran Rp127.700–150.000. Botol warna 70 ml Rp109.000–150.000.
- HP GT53XL hitam 135 ml: Rp127.344 di Toko HP Indonesia. Botol warna GT52 70 ml Rp112.752 per botol.
Satu hal yang perlu kamu tahu sebelum melihat tabel berikutnya: pabrikan mengukur “hasil halaman” dengan pola cetak standar pada cakupan tinta tertentu. Canon bahkan mencantumkan angka berbeda di dua tempat — 7.600 halaman hitam dan 8.100 halaman warna pada fitur promosi (dengan catatan Mode Ekonomis), tapi 6.000 halaman hitam dan 7.700 halaman warna pada daftar bahan habis pakai resminya. Di hitungan ini kami memakai angka daftar bahan habis pakai, karena itu angka yang paling mendekati pemakaian normal, bukan mode draft.
Rumusnya sederhana: harga botol dibagi klaim halaman. Untuk tinta warna, tiga botol (cyan, magenta, yellow) dihitung sebagai satu set, karena ketiganya terpakai bersamaan saat mencetak warna.
Biaya cetak per lembar: hasil hitungannya
| Printer | Biaya tinta hitam / lembar | Biaya tinta warna / lembar | Biaya tinta per 1.000 lembar hitam |
|---|---|---|---|
| Epson EcoTank L6370 | Rp15–22 | Rp44–67 | Rp14.700–21.800 |
| Canon PIXMA G4770 | Rp21–25 | Rp42–58 | Rp21.300–25.000 |
| HP Smart Tank 750 | Rp21 | Rp42 | Rp21.200 |
Yang menarik dari tabel ini: selisihnya jauh lebih kecil dari yang biasanya dibayangkan orang. Antara Epson L6370 dan HP Smart Tank 750, selisih biaya tinta hitam per lembar hanya sekitar Rp6 di skenario termurah, dan biaya warna ketiganya bertemu di kisaran Rp42–67. Untuk 1.000 lembar dokumen hitam putih, semua printer di sini berkutat di kisaran Rp15.000–25.000 biaya tinta.
Bandingkan dengan printer cartridge biasa, yang tinta penggantinya bisa ratusan ribu rupiah untuk hasil ratusan lembar. Di situ selisihnya bukan puluhan rupiah, tapi ratusan rupiah per lembar. Logika biaya seperti ini yang membuat printer tangki tinta tetap jadi pilihan utama untuk usaha print — penjelasan lebih panjang soal komponen dan tinta ada di apa itu cartridge printer dan kelebihan tinta pigmen untuk printer.
Tiga catatan penting dari hitungan ini
- Angka Epson L6370 memakai botol 001 hitam 127 ml. Jika kamu membeli paket/volume, harga per botol bisa turun dan biaya per lembarnya ikut turun.
- Angka Canon G4770 sengaja memakai yield daftar bahan habis pakai (6.000/7.700 halaman), bukan angka Mode Ekonomis. Kalau kamu rutin mencetak mode draft, biaya Canon bisa lebih rendah dari angka ini — tapi hasil cetaknya juga lebih tipis.
- Semua angka mengasumsikan tinta original. Pemakaian tinta isi ulang non-original memang bisa menekan biaya, tapi risikonya ada di printhead. Bahasan soal ini ada di perbedaan tinta Epson 664, 673, dan 003 serta jenis tinta printer Epson anti pudar.
Kalau dihitung tiga tahun: total biaya kepemilikan
Biaya per lembar hanya separuh cerita. Separuh lainnya adalah harga beli. Mari kita asumsikan pemakaian kantor kecil atau usaha print rumahan ringan: 500 halaman per bulan selama tiga tahun, dengan komposisi 15.000 halaman hitam putih dan 3.000 halaman warna (total 18.000 halaman).
| Komponen | Epson L6370 | Canon G4770 | HP Smart Tank 750 |
|---|---|---|---|
| Harga printer | Rp5,6–7,3 juta | Rp3,5–4,2 juta | Rp3,7–5,9 juta |
| Tinta hitam yang dibutuhkan | 2 botol (Rp250–370 rb) | 3 botol (Rp383–450 rb) | 3 botol (Rp382 rb) |
| Tinta warna yang dibutuhkan | 1 set 3 botol (Rp285–435 rb) | 1 set 3 botol (Rp327–450 rb) | 1 set 3 botol (Rp338 rb) |
| Perkiraan total 3 tahun | Rp6,1–8,1 juta | Rp4,2–5,1 juta | Rp4,5–6,6 juta |
Di simulasi ini, Canon G4770 keluar sebagai yang paling ringan total biayanya, disusul HP Smart Tank 750, lalu Epson L6370. Tapi penyebabnya bukan tinta Canon yang lebih murah — biaya tinta Canon justru yang tertinggi untuk hitam putih. Penyebabnya harga beli G4770 yang paling rendah.
Sebaliknya, angka tinta hitam Epson L6370 memang paling efisien: 8.500 halaman dari satu botol membuat kamu hanya perlu dua botol untuk 15.000 halaman, sementara Canon dan HP butuh tiga botol. Kalau volume cetakmu jauh lebih besar — misalnya 2.000 lembar per bulan — keunggulan efisiensi tinta Epson akan mulai menutup selisih harga belinya.
Perlu diingat juga: biaya tinta bukan satu-satunya biaya perawatan. Printhead bisa bermasalah karena jarang dipakai, dan cara merawatnya sudah pernah kita bahas di cara merawat printer infus dan mengatasi masalah setelah isi ulang tinta.
Kelebihan dan kekurangan tiap printer
Epson EcoTank L6370

Kelebihan: cetak tercepat di antara ketiganya (18 ipm hitam), dupleks otomatis untuk cetak dan scan dan copy, ADF 30 lembar, tray 250 lembar, LCD warna 2,4 inci, port Ethernet, dan desain mesin yang diklaim tahan sampai 100.000 halaman dengan maintenance box yang bisa diganti sendiri. Hasil halaman tinta hitamnya juga yang terbaik di kelas ini.
Kekurangan: harganya paling mahal — selisihnya bisa Rp2 juta lebih dibanding G4770. Botol tinta warnanya juga “hanya” diklaim 6.500 halaman komposit, sehingga biaya cetak warna menjadi yang paling tinggi di antara ketiganya (Rp44–67 per lembar). Untuk pengguna yang 90% pekerjaannya hitam putih, ini tidak masalah; untuk yang banyak mencetak warna, ini poin yang perlu dihitung.
Canon PIXMA G4770
Kelebihan: satu-satunya 4-in-1 di perbandingan ini karena punya fax — fitur yang masih relevan untuk kantor kecil yang berurusan dengan dokumen dari instansi. ADF 35 lembar lebih besar dari L6370, LCD 1,3 inci membuat pengaturan bisa dilakukan tanpa membuka aplikasi, dan harga belinya paling murah. Tinta hitamnya pigmen, jadi tidak mudah luntur kalau kena air. Printhead BH-70 dan CH-70 juga dijual terpisah, jadi kerusakan kepala cetak tidak otomatis berarti ganti printer.
Kekurangan: tidak ada dupleks otomatis, tidak ada port Ethernet (hanya USB dan Wi-Fi), tray hanya 100 lembar, kecepatan cetaknya paling lambat (11 ipm hitam / 6 ipm warna), dan yield tinta hitamnya paling kecil — 6.000 halaman per botol. Rekomendasi volume cetak resminya 150–1.500 halaman per bulan, jadi bukan mesin untuk volume berat.
HP Smart Tank 750
Kelebihan: biaya tinta warna paling murah di perbandingan ini (sekitar Rp42 per lembar), printhead hitam dan tri-color bisa diganti sendiri oleh pengguna, ADF 35 lembar, dupleks otomatis, tray 250 lembar, Ethernet, dan bodi pemakaian hingga 5.000 halaman per bulan. Harga jalannya di marketplace juga sering turun jauh di bawah harga list.
Kekurangan: yield botol hitamnya 6.000 halaman, sama seperti Canon, sehingga untuk volume hitam putih besar kamu membeli botol lebih sering. Panel LCD-nya kecil (70 x 12 mm) dan pengaturan lebih banyak dilakukan lewat aplikasi. Selisih antara harga list resmi dan harga jalan juga cukup lebar, jadi pastikan kamu membeli dari penjual bergaransi resmi.
Cocok untuk siapa?
- Pilih Epson EcoTank L6370 kalau pekerjaanmu didominasi dokumen hitam putih dua sisi dan kamu butuh kecepatan serta koneksi kabel yang stabil — misalnya kantor kecil, koperasi, atau usaha jasa print yang mencetak ratusan lembar per hari. Tinta hitamnya paling efisien, dan dupleks otomatisnya menghemat banyak waktu.
- Pilih Canon PIXMA G4770 kalau anggaran beli jadi prioritas utama dan kamu butuh fax atau pencetakan warna sesekali. Total biaya tiga tahunnya paling rendah di simulasi kami, tapi terima konsekuensinya: tanpa dupleks otomatis dan tanpa Ethernet.
- Pilih HP Smart Tank 750 kalau kamu banyak mencetak materi berwarna (brosur sederhana, tugas anak, label) tetapi tetap butuh ADF dan dupleks otomatis. Biaya warna per lembarnya paling murah, dan printhead-nya bisa kamu ganti sendiri.
Kalau kebutuhanmu masih di bawah 150 lembar per bulan dan hanya untuk satu komputer, tiga printer ini sebenarnya berlebihan. Printer ink tank kelas entry seperti Epson L1256 atau Epson L4360 jauh lebih masuk akal dari sisi harga beli, dan panduan umum menekan biaya tinta ada di cara menghemat tinta printer.
Estimasi skor redaksi
Skor berikut adalah penilaian redaksi berdasarkan spesifikasi resmi dan hitungan biaya di atas — bukan hasil pengujian unit. Skala 1–10.
| Aspek | Epson L6370 | Canon G4770 | HP Smart Tank 750 |
|---|---|---|---|
| Biaya tinta hitam putih | 9 | 7 | 7 |
| Biaya tinta warna | 6 | 7 | 8 |
| Harga beli & nilai keseluruhan | 6 | 8 | 7 |
| Fitur & kecepatan kantor | 9 | 6 | 8 |
| Kemudahan perawatan | 8 | 8 | 9 |
| Skor total (rata-rata) | 7,6 | 7,2 | 7,8 |
Pertanyaan yang sering muncul
Jadi, mana yang biaya cetaknya paling murah?
Untuk hitam putih, Epson L6370 (Rp15–22 per lembar). Untuk warna, HP Smart Tank 750 (sekitar Rp42 per lembar). Tapi kalau yang kamu hitung adalah total pengeluaran tiga tahun termasuk harga beli, Canon G4770 yang paling ringan karena harganya paling murah.
Kenapa biaya per lembar bisa berbeda dari klaim pabrikan?
Karena klaim dihitung dengan pola cetak standar pada cakupan tinta tertentu. Halaman yang penuh warna, grafik, atau foto memakai tinta jauh lebih banyak, sehingga biaya nyatanya bisa dua sampai tiga kali lipat angka di atas.
Apakah botol tinta ketiganya bisa saling dipertukarkan?
Tidak bisa. Epson 001, Canon GI-71, dan HP GT53XL/GT52 punya desain botol dan nozzle berbeda, dan masing-masing botol dirancang hanya masuk ke tangki dengan warna yang sesuai. Memaksa memakai botol merek lain berisiko merusak printhead.
Kalau printer jarang dipakai, apakah biaya tintanya tetap murah?
Justru di situ tangki tinta bisa merugikan. Tinta yang lama tidak dipakai bisa mengering di printhead dan memicu hasil bergaris. Kalau pemakaianmu di bawah 100 lembar per bulan, pertimbangkan printer cartridge atau minimal rutin mencetak halaman tes. Gejala dan penanganannya ada di mengatasi hasil cetak putus-putus dan cara membaca peringatan tinta hampir habis.
Apakah printhead bisa diganti sendiri di ketiga printer ini?
Pada HP Smart Tank 750 dan Canon G4770, printhead dijual terpisah sehingga bisa diganti. Pada Epson L6370, kepala cetaknya menyatu dengan mesin, tetapi komponen perawatan yang paling sering bermasalah — maintenance box — bisa diganti sendiri. Untuk perbandingan pendekatan seperti ini, lihat juga perbandingan Epson L4260 dan L4160.
Kesimpulan
Setelah dihitung, jawaban atas pertanyaan “mana biaya cetaknya paling murah” ternyata bukan satu nama. Epson L6370 unggul untuk cetak hitam putih dan paling efisien untuk volume dokumen besar. HP Smart Tank 750 paling murah untuk cetak warna dengan printhead yang bisa diganti. Canon G4770 paling ringan total biaya tiga tahun karena harga belinya paling rendah, dengan konsekuensi kecepatan lebih lambat dan tanpa dupleks otomatis.
Kalau saya harus memilih satu dengan pertimbangan biaya jangka panjang sekaligus fleksibilitas pemakaian: untuk kantor kecil yang banyak dokumen dua sisi, saya condong ke Epson L6370; untuk usaha print rumahan yang baru mulai dan mengejar titik masuk murah, Canon G4770; untuk pekerjaan campuran dokumen dan warna dengan anggaran menengah, HP Smart Tank 750.
Sebelum membeli, pastikan kamu mengecek dua hal: harga tinta original di toko terdekat (bukan hanya harga printer, karena tinta adalah biaya yang berulang) dan suku cadang printhead/maintenance yang stoknya tersedia. Dua hal itu yang menentukan printer tangki tinta tetap murah di tahun ketiga, bukan hanya di hari pertama pembelian. Untuk hitungan biaya cetak dalam konteks usaha, contoh lengkapnya bisa dilihat di perhitungan biaya percetakan buku.
Harga dan ketersediaan produk dapat berubah. Semua angka pada artikel ini adalah kisaran per Oktober 2026 dan merupakan penilaian redaksi, bukan hasil pengujian laboratorium.



